Inilah Rangkaian Kegiatan MPLS Ramah 2026
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 hadir dengan semangat baru untuk menciptakan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru. Tidak lagi sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS Ramah menjadi pintu masuk dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara sistematis, dimulai sejak sebelum hari pertama sekolah hingga tahap evaluasi setelah kegiatan selesai. Berikut rangkaian kegiatan MPLS Ramah 2026 yang akan dilaksanakan.
1. Sosialisasi MPLS Ramah
Rangkaian MPLS diawali dengan kegiatan sosialisasi yang melibatkan orang tua atau wali peserta didik. Tahap ini menjadi fondasi penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan MPLS Ramah. Sekolah menyampaikan tujuan, asas, materi, jadwal kegiatan, serta berbagai ketentuan dan larangan selama MPLS berlangsung. Selain itu, orang tua bersama sekolah membangun komitmen melalui pakta integritas atau bentuk kesepakatan lainnya sebagai upaya mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Pada tahap ini juga dilakukan edukasi parenting mengenai pentingnya penguatan karakter, pola hidup sehat, pemenuhan gizi anak, serta dukungan terhadap program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sekolah sekaligus melakukan pendataan awal peserta didik baru untuk membantu mengenali kondisi, kebutuhan, dan karakteristik masing-masing siswa sehingga layanan pendidikan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
2. Pengenalan Potensi Diri
Memasuki pelaksanaan MPLS, kegiatan pertama difokuskan pada pengenalan potensi diri peserta didik. Sekolah memberikan berbagai aktivitas yang membantu siswa mengenali bakat, minat, kesiapan belajar, serta kebutuhan dukungan yang mungkin diperlukan selama mengikuti proses pendidikan.
Pada jenjang SMP, peserta didik juga mengikuti serangkaian asesmen yang meliputi identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar, asesmen literasi membaca dan numerasi, serta identifikasi bakat dan minat. Hasil asesmen ini menjadi dasar bagi guru, kepala sekolah, dan orang tua dalam merancang strategi pembelajaran maupun pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Dengan demikian, setiap siswa memperoleh kesempatan berkembang secara optimal sesuai potensinya.