Sambut HUT ke-24 Kota Bima: Keluarga Besar SMPN 7 Kota Bima Warnai Kemeriahan Pawai Rimpu Mantika
Kota Bima - Suasana
penuh warna dan kearifan lokal menyelimuti sepanjang Jalan Soekarno-Hatta pada
Sabtu (25/04/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti gelaran Pawai Rimpu
Mantika, sebuah agenda tahunan yang menjadi ikon budaya kebanggaan masyarakat
Bima. Tahun ini, pelaksanaan pawai terasa semakin spesial karena
diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-24 Kota Bima sekaligus
pembuka rangkaian Festival Rimpu 2026 yang berlangsung pada 25–27 April 2026.
Keluarga besar SMPN 7 Kota
Bima tidak ketinggalan untuk menunjukkan eksistensinya. Mengenakan busana khas
sarung tenun Bima (Tembe Nggoli), para guru, staf, dan siswa sekolah
tersebut turut berpartisipasi memeriahkan barisan pawai. Keikutsertaan ini
merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam melestarikan warisan budaya
leluhur kepada generasi muda.
Antusiasme warga Kota Bima
tercatat sangat luar biasa. Sejak pukul 06.00 WITA, masyarakat mulai memadati
titik kumpul, padahal peserta baru dilepas secara resmi pada pukul 08.00 WITA.
Berikut adalah beberapa fakta
menarik dari pelaksanaan pawai hari ini:
- Jumlah Peserta: Diperkirakan mencapai
86.000 orang dari berbagai kalangan.
- Rute Pawai: Titik start dimulai dari depan
Paruga Nae Convention Hall dan berakhir di garis finish di pelataran
Museum Asi Mbojo.
- Dampak Ekonomi: Selain sebagai perayaan
budaya, Pemerintah Kota Bima juga merancang kegiatan pendukung seperti:
- Festival Seni Budaya
- Lomba Kebersihan Lingkungan
- Bazar UMKM guna mendorong perputaran
ekonomi masyarakat lokal.
Pemerintah Kota Bima
menegaskan bahwa Festival Rimpu bukan sekadar rutinitas seremoni. Melalui
kegiatan ini, diharapkan identitas budaya Bima semakin dikenal luas, sekaligus
menjadi momentum untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif melalui keterlibatan
pelaku UMKM di sepanjang lokasi festival.
Perayaan ini membuktikan bahwa
sinergi antara instansi pendidikan seperti SMPN 7 Kota Bima, masyarakat umum,
dan pemerintah dapat menciptakan harmoni yang memperkuat jati diri daerah di
usia kota yang ke-24.